Buku Ajar STRUKTUR STATIS TAK TENTU Untuk TEKNIK SIPIL

Identitas

Judul Buku : Struktur Statis Tak Tentu
Penulis Buku : Dr. Muhtar, ST., MT
Penerbit Buku : CV. PUSTAKA ABADI
Tahun Terbit : 2020
Ketebalan Buku : 70 halaman
Ukuran Buku : 15, 5 cm x 23 cm
Cetakan : Cetakan Pertama
ISBN : 978-623-7628-33-0

Orientasi

Konstruksi Statis Tak Tentu adalah suatu konstruksi yang gaya-gaya dalamnya dan reaksi-reaksi perletakannya tidak dapat diselesaikan hanya dengan persamaan–persamaan statika (seperti ƩV = 0; ƩM = 0; ƩH = 0). Hal ini disebabkan adanya kelebihan reaksi-reaksi perletakan (Redundant Reaction) satu atau lebih. Derajat ketidaktentuannya ditentukan dari jumlah redundant tersebut.

Sinopsis

Buku Struktur Statis Tak Tentu ini membahas khusus pengertian struktur statis tak tentu, perhitungan gaya-gaya dalam struktur balok maupun portal, dan contoh-contoh soal penyelesaian perhitungan gaya-gaya dalam elemen struktur statis tak tentu. Metode penyelesaian perhitungan gaya-gaya dalam elemen struktur statis tak tentu menggunakan dua metode yaitu Metode Consistent Deformation dan Metode Persamaan Tiga Momen (Clayperon).

Analisis


Buku ini ditulis oleh salah satu Dosen Dpk Universitas Muhammadiyah Jember yang mengajar pada Program Studi Teknik Sipil. Maksud dan tujuan diterbitkannya buku ini adalah agar dapat bermanfaat bagi mahasiswa, dosen, dan bisa membangun pemahaman mahasiswa terhadap konsep kesetimbangan statika di setiap perencanaan struktur. Selain itu, buku ini dapat menjadi pegangan semua pengguna Jasa Teknik Sipil dalam mengambil kebijakan yang berkenaan dengan pekerjaan Teknik Sipil, khususnya kinerja struktur.

Evaluasi

Banyak sekali kelebihan buku ini, diantaranya buku ini ditulis berdasarkan kumpulan dan rangkuman dari beberapa buku Mekanika Rekayasa dan hasil diskusi contoh-contoh soal mata kuliah Mekanika Rekayasa atau Struktur Statis Tak Tentu. Selain itu, buku ini memberikan informasi secara detail. Buku ini juga dilengkapi dengan contoh soal dan penyelesaiannya, metode penyelesaian perhitungan gaya-gaya dalam elemen struktur statis tak tentu yang menggunakan dua metode yaitu Metode Consistent Deformation dan Metode Persamaan Tiga Momen (Clayperon), sehingga mudah dalam memahami serta memberi arahan kepada para guru/ dosen/ pengajar supaya memberikan pengajaran yang baik kepada siswa-siswi nya.
Tentu saja buku ajar ini masih banyak kekurangannya, artinya dibutuhkan kritik dan saran, untuk itu demi perbaikan kami mengharap masukan dari semua pihak demi kesempurnaan buku ajar ini di masa yang akan datang.

Bahasa Indonesia  sebagai Penghela Ilmu Pengetahuan di Era Revolusi Industri 4.0

Pembelajaran Bahasa dalam Revolusi Industri 4.0

Revolusi industri generasi keempat atau revolusi industri 4.0 yang ditandai dengan kemunculan komputer super dan kecerdasan buatan atau Intelegensi Artifisial. Pendidikan 4.0 bercirikan pemanfaatan teknologi digital dalam proses pembelajaran atau dikenal dengan sistem siber. Sistem tersebut dapat membuat proses pembelajaran dapat berlangsung secara kontinu tanpa batas ruang dan batas waktu. Misalnya, penggunaan e-learning dalam pembelajaran bahasa.
Pemanfaatan e-learning sebagai aplikasi nyata teknologi informasi dan komunikasi dalam dunia pendidikan. Kaitan dengan pembelajaran bahasa di sekolah dapat ditingkatkan melalui berbagai model dan media pembelajaran. Dalam pembelajaran bahasa Indonesia e-learning dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran keterampilan mendengar, berbicara, membaca, menulis, tata bahasa, dan pembelajaran sastra. 

Pembelajaran bahasa yang diperlukan guru pada era industri 4.0 guru bahasa harus mampu mempersiapkan peserta didiknya melalui berbagai kegiatan. Hal yang dapat dilakukan membangun kemampuan dan kebiasaan berpikir kritis. Guru bahasa harus mampu menumbuhkan sikap kritis peserta didik. Kegiatan pembelajaran materi teks diskusi. Materi yang ada  dapat dijadikan sebagai media penumbuhan sikap kritis, kreatif, dan inovatif peserta didik. Struktur teks diskusi sendiri terdiri atas: 1) isu, 2) argumen, dan 3) simpulan. Guru dapat memilih isu-isu yang paling hangat. 

Dalam pemilihan isu dapat menggunakan internet melalui trending topic. Bahan-bahan diskusi akan banyak tersedia secara daring. Ajak peserta didik untuk mencari sumber-sumber yang bahkan bertolak belakang. Bimbing peserta didik untuk mampu memilih sumber-sumber itu dengan kritis. Selain itu, mencari alternatif-alternatif pemecahan persoalan atau isu yang diangkat dalam diskusi.  

Pembelajaran bahasa dapat ditunjang dengan media pembelajaran. Media yang digunakan adalah telepon genggam, komputer, laptop, koneksi yang bagus, mudah terhubung dengan internet. Adapun jenis media lainnya yang efektif digunakan dalam pembelajaran di era modern yaitu: 1) media audio visual gerak, seperti: film bersuara, film pada televisi, televisi dan animasi; 2) media audio visual diam, seperti: slide, halaman cetak, foto; 3) Audio semi gerak, seperti: tulisan bergerak bersuara; 4) media audio, seperti: radio, telepon, pita audio; 5) media cetak, seperti: buku, modul; 6) lingkungan sebagai media pembelajaran

Semua media tersebut memperjelas penyajian materi agar tidak terlalu bersifat verbalistis (dalam bentuk kata-kata tulis atau lisan). Misalnya, LCD akan mempermudah guru menjelaskan semua materi yang disampaikan. Media yang digunakan dalam pembelajaran  merupakan faktor pendukung yang besar pengaruhnya saat pembelajaran berlangsung. Peserta didik diajak untuk berpikir kritis terhadap realita di kehidupannya. Contohnya mereka menemukan fakta lingkungan yang ada di Kalimantan dan seakan tidak akan pernah sampai pada ujung penyelesaian. Peserta didik dapat menulis cerita fantastik tentang kemacetan dengan menghadirkan alternatif (berpikir kreatif). Ada yang memunculkan ide tentang pengelolaan lingkungan, sehingga dapat bermanfaat untuk kehidupan masyarakat. Sampai pada akhirnya, pemilihan cerita fantasi tentang fakta kemacetan yang telah dikritisi dan kemampuan menemukan alternatif-alternatif berakhir pada solusi untuk berpikir inovatif. 

Penggunaan media berbasis teknologi akan mempermudahkan peserta didik dan guru dalam proses belajar mengajar. Teknologi dalam pembelajaran pun dapat mengembangkan potensi peserta didik. Hal ini bisa dilakukan guru yang memiliki kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional dalam bidang bahasa. Jabatan guru erat berkaitan dengan motivasi dan kemauan untuk mengabdidalam rangka membantu peserta didik. Untuk itu profesi sebagai guru sangat penting untuk memahami karakteristik peserta didik, meliputi: fisik, moral, spiritual, sosial, kultural, emosional, dan intelektual.